
AROMATHERAPY (Aromaterapi) adalah istilah yang dipakai untuk proses penyembuhan yang menggunakan sari tumbuhan aromatik murni. Tujuannya untuk meningkatkan kesehatan tubuh, mental dan emosional.
Sari tumbuhan aromatik yang dipakai diperoleh melalui berbagai macam cara pengolahan dan dikenal dengan nama minyak esensial (essential oil).
Minyak esensial merupakan sari tumbuhan hasil ekstraksi batang, daun, daun bunga, kulit buah, kulit kayu, biji, atau tangkai tumbuhan yang menghasilkan unsur aromatik tertentu.
Minyak esensial didapat dengan metode cold expression, effleurage, macerate, ekstraksi solven, ekstraksi karbon dioksida dan distilasi uap.
Minyak esensial bekerja melalui 3 jalur : pencernaan, penciuman, dan penyerapan kulit. Dari tiga cara tersebut, proses inhalasi melalui penciuman merupakan cara yang paling efektif.
Cara kerja bahan aromaterapi
Mekanisme kerja bahan aromaterapi adalah melalui sistem sirkulasi tubuh dan sistem penciuman.
Organ penciuman merupakan satu-satunya indera perasa dengan berbagai reseptor saraf yang berhubungan langsung dengan dunia luar dan merupakan saluran langsung ke otak. Hanya sejumlah 8 molekul sudah dapat memicu impuls elektris pada ujung saraf. Dibutuhkan kurang lebih sekitar 40 ujung saraf yang harus dirangsang sebelum seseorang sadar bau apa yang dicium.
Bau merupakan suatu molekul yang mudah menguap di udara. Apabila masuk ke rongga hidung melalui penghirupan, akan diterjemahkan oleh otak sebagai proses penciuman. Proses penciuman terbagi dalam tiga tahap; dimulai dengan penerimaan molekul bau tersebut oleh olfactory epithelium, yang merupakan suatu reseptor yang berisi 20 juta ujung saraf. Selanjutnya bau tersebut akan ditransmisikan sebagai suatu pesan ke pusat penciuman yang terletak pada bagian belakang hidung. Pusat penciuman ini hanya sebesar biji buah delima pada pangkal otak. Pada tempat ini berbagai sel neuron menginterpretasikan bau tersebut dan mengantarnya ke sistem limbik yang selanjutnya akan dikirim ke hipotalamus untuk diolah.
 |
Bila minyak esensial dihirup, molekul yang mudah menguap akan membawa unsur aromatik yang terdapat dalam kandungan minyak tersebut ke puncak hidung. Rambut getar yang terdapat dalamnya, yang berfungsi sebagai reseptor, akan menghantarkan pesan elektrokimia ke pusat emosi dan daya ingat seseorang yang selanjutnya akan mengantarkan pesan balik ke seluruh tubuh melalui sistem sirkulasi. Pesan yang diantar ke seluruh tubuh akan dikonversikan menjadi suatu aksi dengan pelepasan substansi neurokimia berupa perasaan senang, rileks, tenang atau terangsang. |
Melalui penghirupan, sebagian molekul akan masuk ke dalam paru-paru. Molekul aromatik akan diserap oleh lapisan mukosa pada saluran pernafasan, baik pada bronkus maupun pada cabang halusnya (bronkioli). Pada saat terjadi pertukaran gas di dalam alveoli, molekul tersebut akan diangkut oleh sirkulasi darah di dalam paru-paru. Pernafasan yang dalam akan meningkatkan jumlah bahan aromatik ke dalam tubuh.
Respon bau yang dihasilkan akan merangsang kerja sel neurokimia otak. Sebagai contoh, bau yang menyenangkan akan menstimulasi talamus untuk mengeluarkan enkefalin yang berfungsi sebagai penghilang rasa sakit alami dan menghasilkan perasaan tenang. Bau seperti melati dan kenanga dapat merangsang kerja endorfin pada kelenjar pituitari dan menghasilkan efek afrodisiak. Kelenjar pituitari juga melepaskan agen kimia ke dalam sirkulasi darah untuk mengatur fungsi kelenjar lain seperti tiroid dan adrenal. Bau yang menimbulkan rasa tenang akan merangsang daerah di otak yang disebut raphe nucleus untuk mengeluarkan sekresi serotonin yang menghantarkan kita untuk tidur.
Penelitian tentang aromaterapi
Beberapa penelitian ilmiah menunjukkan manfaat dari sentuhan dan wangi-wangian dalam mempengaruhi jiwa dan tingkat emosional seseorang.
Menurut ahli antropologi, Laurens Van Der Post, bau mampu menembus alam bawah sadar sehingga dapat membangkitkan daya ingat dan daya khayal seseorang. John N. Labows, seorang ahli kimia, menunjukkan bahwa wewangian mempengaruhi sistem saraf pusat di hipotalamus sehingga meningkatkan aktivitas sel-sel sistem kekebalan tubuh untuk meningkatkan perlindungan tubuh terhadap penyakit.
Penelitian di Universitas Warwick di Inggris, bau yang dihasilkan bahan aromatik akan berikatan dengan gugus steroid di dalam kelenjar keringat, yang disebut osmon, yang mempunyai potensi sebagai penenang kimia alami.
Penelitian Dr. Henry D. Walter terhadap gelombang otak menunjukkan bahwa bahan-bahan aromatik yang digunakan pada perawatan aromaterapi merangsang sistem saraf otonom yang mengontrol gerakan sistem pernafasan dan tekanan darah. Rangsangan ini bermanfaat untuk mencegah timbulnya kelelahan setelah bekerja berat serta stres fisiologis akibat kerja kelenjar adrenal yang berlebihan sehingga mengakibatkan gejala mudah tersinggung dan sakit kepala.
William N. Dember dan Joel S. Warm dari Universitas Cincinnati meneliti pengaruh aromaterapi terhadap stres akibat kerja. Pada ruangan tempat kerja tersebut disebarkan pengharum aromaterapi yang berasal dari bunga lili, benzoin, apel, cendana, atau peppermint. Setelah diamati terlihat bahwa tingkat kesigapan meningkat secara drastis. 88% subjek penelitian menunjukkan jawaban yang benar dibandingkan hanya 65% yang benar pada ruangan yang tidak diberi pewangi aromaterapi.
Aromaterapi juga dapat memulihkan daya ingat seseorang, mengurangi stres dan depresi, meningkatkan produktivitas kerja serta dapat menenangkan kegelisahan pada anak-anak sebelum dioperasi sebagaimana hasil penelitian Trygg Engen dari Universitas Brown.
Sifatnya yang mudah menguap menyebabkan minyak esensial sangat baik digunakan sebagai pencegah penyebaran infeksi. Beberapa rumah sakit di Melbourne telah mencobanya pada tahun 1987. Aromaterapi juga telah digunakan secara teratur sebagai obat penenang sebelum dan sesudah operasi di rumah sakit John Radcliffe dan Churchill di Oxford, Inggris.
Wewangian dapat mempengaruhi kondisi psikis, daya ingat, dan emosi seseorang. Aromaterapi dapat membantu mencegah dan mengatasi penyakit dengan cara menjaga sistem daya tahan tubuh agar selalu berada dalam kondisi prima.
Beberapa macam bahan aromaterapi
 |
Cendana/sandalwood (Santalum Album)
Termasuk dalam minyak esensial utama. Berasal dari kayu tanaman cendana. Bekerja lambat tetapi mempunyai efek yang dalam dan lama. Mempunyai efek stimulasi sekaligus efek relaksasi.
Karena efek relaksasinya, minyak ini sangat baik digunakan untuk mengatasi rasa cemas, tegang, dan ketakutan. Cendana juga mempunyai efek penenang dan dapat membantu mengatasi masalah gangguan tidur. |
Pada perawatan kulit, minyak ini berfungsi sebagai pelembut dan penyejuk yang sangat baik digunakan pada kulit kering, berkerut, berkerak, atau pada kulit meradang karena sinar matahari. Rasa gatal yang timbul pada kulit juga dapat dihilangkan dengan minyak cendana.
 |
Lemon (Citrus Lemon)
Termasuk minyak esensial sekunder. Berasal dari bagian buah tanaman, merupakan minyak esensial dengan daya kerja tinggi, mudah menguap. Menyegarkan badan, melancarkan sirkulasi tubuh. Sebagai tonikum yang kaya vitamin C, ampuh untuk mengatasi berbagai infeksi dan gangguan saluran pencernaan. Sangat banyak digunakan pada aromaterapi untuk perawatan kulit. |
Baik digunakan untuk Influenza dan sakit tenggorokan. Menguatkan sistem kekebalan tubuh. Membangkitkan nafsu makan. Meringankan rasa sakit karena rematik dan nyeri sendi. Menyegarkan pikiran dan meningkatkan konsentrasi. Membantu menghilangkan depresi dan kecemasan.
 |
Jasmine (Jasminum Grandiflorum)
Berasal dari bagian bunga. Mengurangi depresi dan rasa cemas. Menyejukkan, meningkatkan kepekaan, kejernihan pikiran, ketenangan, menghangatkan emosi. Membantu keteraturan sistem pernafasan dan mengurangi iritasi karena batuk. Bersifat sebagai afrodisiak. Dipakai untuk perawatan kulit kering dan kulit sensitif. |
 |
Mawar (Rosa Centifolia)
Berasal dari bagian bunga dan kelopak bunga. Menyeimbangkan fungsi-fungsi tubuh. Membangkitkan semangat, memperbaiki suasana hati (mood), relaksasi, menenangkan, antidepressant. Bersifat sebagai anti oksidan dan penguat jantung. Dapat dipakai sebagai inhaler untuk penderita asma, dan sebagai perawatan pada kulit sensitif, kulit kering, dan kulit alergi. |
|
Green Tea (Camellia Sinensis )
Berasal dari bagian daun. Bersifat sebagai anti oksidan kuat dan anti radikal bebas. Menenangkan pikiran, membangkitkan semangat, memperbaiki konsentrasi. Dapat dipakai untuk melembutkan dan melindungi kulit.
Membantu menyeimbangkan fungsi sel tubuh, meningkatkan fungsi lever, membantu menguraikan asam lemak, menurunkan kadar gula dalam darah, melancarkan sistem pencernaan dan urine. |
Menurunkan kadar kolesterol, memperbaiki sistem peredaran darah, dapat mengatasi tekanan darah tinggi, membantu mengeluarkan dahak dan membersihkan paru-paru.
|
Lavender (Lavendula Augustfolia)
Berasal dari bagian bunga dan kelopak bunga. Salah satu minyak aromatherapy yang paling populer, dipakai sebagai antiseptik dan penyembuh luka. Mempunyai efek relaksasi maupun perangsang, menenangkan kecemasan dan depresi.
Minyak Lavender digunakan untuk mengatasi masalah pencernaan, gangguan menstruasi, sumbatan pada hidung dan sakit tenggorokan karena influenza. |
Menghilangkan sakit kepala, nyeri sendi, dan nyeri lainnya. Mengatasi radang kulit akibat gigitan serangga, bisul, bercak, ruam dan luka bakar. Merangsang pertumbuhan sel untuk regenerasi pada kulit yang luka. Dapat untuk mengatasi jamur pada kulit.
|
Pine (Pinus Sylvestris)
Berasal dari bagian bunga dan buah. Aromatherapy Cemara bermanfaat untuk mengatasi gangguan paru-paru seperti influenza, sakit tenggorokan, bronchitis, tuberkolosis, dan radang paru-paru (Pneumonia). Banyak dipakai sebagai bahan membuat sabun karena efek aroma dan sifat desinfektannya.
Merangsang tubuh untuk membentuk mukosa, sehingga dipakai untuk perawatan radang tenggorokan (laryingitis). |
Dapat dipakai sebagai Antiseptik dan Antibakteri. Bermanfaat untuk membantu perawatan infeksi saluran urine dan ginjal, melancarkan buang air kecil dan peredaran darah. Dapat digunakan juga untuk mempercepat penyembuhan luka di kulit dan mengatasi iritasi kulit.
Aroma Cemara memberikan kesegaran dan membangkitkan semangat. Sangat berguna untuk mengatasi kelelahan fisik dan mental.
Daya Kerja Aromatherapy
Setiap jenis minyak esensial memiliki tingkat kekuatan yang berbeda-beda. Umumnya dibagi dalam 3 kelompok :
- Top Notes : berasal dari bagian buah, bunga, dan biji. Merupakan minyak esensial dengan daya kerja tinggi, mudah menguap, bekerja tidak lebih dari 30 menit. Sangat baik digunakan untuk mengatasi gangguan depresi dan stres. Contoh : kayu putih, lemon, sereh, limau, peppermint.
- Middle Notes : berasal dari daun. Mempunyai daya kerja lebih lambat, antara beberapa menit sampai 3 jam. Baik digunakan untuk mengobati gangguan keseimbangan tubuh. Contoh : lavender, mawar, pinus, thyme.
- Base Notes : berasal dari akar, kulit dan kayu tanaman. Bekerja lambat dan mempunyai pengaruh yang dalam dan lama. Sangat baik digunakan sebagai campuran pada penggunaan top notes sehingga daya kerja minyak esensial top notes bisa bertahan lebih lama. Jenis ini sangat baik digunakan untuk relaksasi. Contoh : cedarwood, cendana, akarwangi.
Minyak Karier (Carrier Oil)
Minyak esensial murni memiliki konsentrasi yang sangat tinggi sehingga dibutuhkan suatu larutan pengencer untuk mengurangi konsentrasinya. Minyak pengencer atau minyak karier (carrier oil) adalah minyak yang digunakan untuk mengencerkan minyak esensial murni. Minyak karier berasal dari ekstraksi biji atau bagian lain dari suatu tanaman.
Minyak Zaitun (Olea Europea)
Termasuk minyak karier (carrier oil).
Mempunyai efek pengobatan yang sangat baik bagi kulit dan rambut. Mempunyai efek penyejuk, penyembuh dan pelembab kulit. Sering digunakan pada kulit yang kering. Mempunyai stabilitas yang baik. Kaya akan nutrisi.
** All About Aromatherapy - dari berbagai sumber
|